spot_img
Kamis 1 Desember 2022
spot_img
More

    PWI Harus Menjadi Jembatan Wartawan Zaman Old dan Zaman Now

    SOLO, FOKUSJabar. co. id: Seiring dengan era new media, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) harus mampu menjadi jembatan wartawan zaman old dan wartawan zaman now.

    Ke depan, tantangan itu membutuhkan kepemimpinan yang mumpuni, yakni kualitas yang menyangkut integritas, kompetensi manajerial, intelektualitas akademis, juga mendapat dukungan kuat para anggota karena punya rekam jejak yang jelas di PWI.

    Dalam ‘Forum Wedangan’ tanggal 19 Januari 2018 di Solo, Ketua PWI Jabar Mirza Zulhadi, Ketua Banten Firdaus Ansueto, Ketua Jawa Tengah Amir Machmud NS, Ketua Solo Anas Syahirul, Ketua DIY Sihono HT, Ketua Jawa Timur Munir Akhmad, dan Ketua Bali IGMB Dwikora Putra, merumuskan sejumlah pemikiran.

    Dalam forum tersebut, Juru bicaea Anas Syahirul menyampaikan bahwa realitas tantangan yang dihadapi PWI sebagai organisasi profesi kewartawanan di era sekarang dan ke depan berkembang sangat dinamis.

    Menurut dia, kuat tumbuh kembangnya era new media saat ini membutuhkan topangan kompetisi teknis, sikap, etika hingga karakter tersendiri dalam berjunalistik dan bermedia.

    Termasuk dalam menjembatani organisasi PWI dengan kalangan muda, seperti kampus untuk membangunan eksistensi visi kemudaan PWI.

    “Maka dibutuhkan performa kepemimpinan yang inovatif, kreatif, dan adaptif dalam menghela berbagai ikhtiar peningkatan mutu sumberdaya manusia wartawan. Juga kewibawaan dalam membangun jaringan relasi profesional dengan para mitra kerja, dalam hubungan dengan organisasi profesi kewartawanan yang lain, serta dengan Dewan Pers,” ungkap Anas.

    Anas menyebut bahwa secara teknis manajemen kepemimpinan, PWI Pusat membutuhkan revitalisasi pengelolaan organisasi antara lain kemampuan membangun jaringan dalam menggali dana untuk kemandirian organisasi, juga penerapan satu pintu rekening PWI.

    “Tentunya didorong pula dengan komitmen penyelamatan dan pengelilaan aset-aset PWI,” jelas dia.

    Selain itu, revitalisasi pengelolaan organisasi perlu pemimpin yang cepat merespon persoalan-persoalan di daerah serta menjadi fasilitator untuk kesinambungan program-program PWI daerah.

    Untuk mewujudkan itu, kata Anas, dalam proses suksesi kepemimpinan PWI Pusat dari periode 2013-2018 ke periode 2018-2023, ‘Forum Wedangan’ Solo mengingatkan agar seluruh organ PWI menjaga suasana demokrasi dan kekeluargaan.

    Salah satunya dengan menghindari pragmatisme, sehingga proses-proses yang berlangsung menjelang hingga saat kongres mendatang melahirkan kepemimpinan yang berbobot untuk menjawab tantangan zaman.

    “Dengan realitas tantangan tersebut, kami menyerukan agar seluruh organ PWI dan para pemilik suara dalam kongres mendatang betul-betul mengarahkan pikiran dan sikap untuk melahirkan kepemimpinan dengan performa yang kuat dan berwibawa,” jelas dia.

    Kemudian secara konsisten menyelenggarakan upaya-upaya peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan anggota.

    Keluar, membawa PWI betul-betul diperhitungkan sebagai bagian dari elemen bangsa yang punya kontribusi bagi kemaslahatan bangsa.

    (FJ)

    Berita Terbaru

    spot_img