spot_img
Senin 28 November 2022
spot_img
More

    Sinkronisasi Program Penting untuk Normalisasi Citarum

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa pemerintah segera melakukan sinkronisasi berbagai program dari tingkat pusat sampai daerah untuk normalisasi Sungai Citarum.

    Dengan begitu, pihaknya berharap dalam lima tahun ke depan air Sungai Citarum aman diminum kembali.

    “Supaya airnya layak untuk diminum lagi, apakah 5 atau 10 tahun terjadinya, harus mulai dari sekarang untuk kebaikan generasi nanti,” kata Luhut seusai menggelar rapat koordinasi penataan Sungai Citarum di Gedung Sate, Selasa (16/1/2018).

    Menurut dia, sosialisasi menjadi hal penting dalam menyelesaikan masalah di Sungai Citarum, sehingga masyarakat bisa berperan aktif, terutama masyarakat Jabar.

    Program Citarum Bestari yang selama ini dikerjakan Pemprov Jabar, kata Luhut, sudah baik dan tinggal disinkronisasikan dengan program-program sejumlah kementerian dan pemerintah kabupaten dan kota.

    “Bisa diminum paling tidak lima tahun lagi, ya awalnya ini. Lima tahun kita berharap airnya sudah mulai baik, semua industri punya Instalasi Pengolahan Air Limbah(IPAL), orang ada MCK-nya. Nggak ada yang buang kotoran ke sungai,” katanya.

    Dia pun menyebut bahwa program
    pembersihan Sungai Citarum ini sempat membuat Asian Development Bank menawarkan dana untuk program tersebut. Namun, karena dana dari pemerintah dianggap cukup untuk memenuhi biaya normalisasi, pihaknya masih menimbang tawaran bantuan itu.

    “Kita mulai lihat, apa perlu kita sampai sebanyak itu, kami evaluasi. Tapi masalah dana hampir tidak ada masalah. Rp200 trilyun belum tentu diambil, kita lihat nanti. Sekarang banyak dana kita dari kementerian, hanya belum disinergikan semua,” jelas dia.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, dengan program Citarum Bestari, Citarum yang tadinya sungai terkotor akibat banyaknya sampah, telah diatasi.

    Namun masalah belum semua selesai, masih meninggalkan masalah limbah dan sedimentasi.

    “Tadinya bisa berjalan di atas tumpukan sampah saking tebalnya di atas Citarum, sekarang tidak. Tadinya terkotor, sekarang jadi yang terhitam akibat limbah. Baik limbah cair maupun limbah rumah tangga,” katanya.

    Program Masyarakat Eco Village yang dilaksanakan di 130 desa di bantaran Sungai Citarum pun sudah membuat perilaku kebersihan masyarakat membaik.

    Namun, masalah alih fungsi lahan dari hutan lindung menjadi ladang pertanian serta pembuangan limbah ke sungai, membutuhkan penindakan hukum.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img