spot_img
Rabu 30 November 2022
spot_img
More

    800 Mahasiswa Baru UPI Tak Lakukan Registrasi Ulang

    BANDUNG, FOKUSJabar.id : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meminta mahasiswa baru yang sudah dinyatakan diterima, baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN atau SM-UPI, bisa melakukan registrasi atau daftar ulang sesuai ketentuan. Pasalnya, pada pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2017/2018, sekitar 800 mahasiswa baru yang dinyatakan diterima di UPI tidak melakukan registrasi.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI, Solehudin menuturkan, pada tahun akademik 2017/2018, ‎UPI menerima mahasiswa baru dengan kuota 7.713 mahasiswa baru. Namun dari total mahasiswa baru yang sudah dinyatakan diterima, sekitar sembilan persen diantaranya tidak melakukan registrasi atau daftar ulang.

    “Jadi pada PMB tahun lalu, ada sekitar 800-an mahasiswa baru yang tidak melakukan registrasi ulang. ‎Alasannya beragam, ada yang diterima di pendidikan kedinasan, ada yang kuliah di luar negeri, daftar di PTN lain, dan ada juga yang tanpa alasan. Ini tidak hanya terjadi di UPI, tapi juga di PTN lain,” ujar Solehudin saat memberikan keterangan pers di ruang teleconference, gedung UC kampus UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Senin (15/1/2018).

    ‎Untuk itu, Solehudin berharap, mereka yang akan mendaftar harus benar-benar yang memiliki minat untuk masuk dan berkualian di UPI. Dengan demikian, saat dinyatakan diterima, maka akan mengambil ‘kursi’ yang sudah diupayakannya.

    “‎Jangan sampai setelah mendaftar dan dinyatakan diterima, justru ditinggalkan begitu saja. Kuota kosong yang ditinggalkan itu tidak bisa diisi kembali. Ini tidak hanya merugikan UPI, tapi menutup kesempatan orang lain yang benar-benar ingin berkuliah di UPI. Apalagi, di sisi lain, APK perguruan tinggi kita pun masih rendah,” terangnya.

    Direktur Akademik UPI, Dadang Ansori menambahkan, ‎berdasarkan pengalaman tahun kemarin, mahasiswa baru yang banyak tidak melakukan registrasi ulang terdapat di dua program studi (prodi). Yakni di prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

    “‎Di dua prodi itu yang banyak ditinggalkan, padahal kuotanya sangat banyak. Ini karena dua prodi ini ada dihampir kampus UPI. Baik di kampus Bumi Siliwangi, maupun di kampus-kampus daerah. Penyebab lain, prodi PG-PAUD ini banyak ditinggalkan karena pengangkatan untuk guru PAUD ini sangat jarang,” ujar Dadang.

    Selain prodi yang banyak ‘ditinggalkan’, lanjut Dadang, terdapat pula prodi yang diminati siswa saat mendaftar. Baik di prodi kependidikan maupun di prodi non-kependidikan.

    “Dari pelaksanaan PMB tahun kemarin, kita memiliki 10 besar prodi yang banyak diminati. Baik kependidikan maupun non-kependidikan. Untuk prodi kependidikan diantaranya Pendidikan Matematika dan Bahasa Inggris, sedangkan di prodi non kependidikan diantaranya manajemen, akuntansi, psikologi, dan ilmu komunikasi,” tegasnya.

    (Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img