spot_img
Kamis 1 Desember 2022
spot_img
More

    Tunnel Tol Cisumdawu Ditargetkan Selesai Juni 2018

    BANDUNG,Fokusjabar.id: Pekerjaan fisik terberat tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yakni pembangunan terowongan kembar sepanjang 472 meter. Terowongan itu ditargetkan bisa tuntas Juni 2018.

    Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pihak satuan kerja (Satker) Tol Cisumdawu yang bertanggungjawab pada proyek seksi 1 dan 2 tengah menggenjot penuntasan terowongan ini.

    Satker terus menggenjot agar seksi 2 Rancakalong-Sumedang selesai 2019 mendatang.

    “Seksi 2 fase I Rancakalong-Ciherang sudah tuntas 100 persen pada Agustus 2017 lalu. Untuk seksi 2 fase II Ciherang-Sumedang masih ada pembebasan lahan dan penuntasan twin tunnel,” kata Iwa di Bandung, Rabu (10/1/2018).

    Iwa menyebut bahwa saat ini progres fisik seksi 2 fase II baru mencapai 25,78 persen atau mengalami deviasi 4,33 persen dari target 21,45 persen yang dibebankan hingga awal 2018.

    Adapun lahan yang terbebaskan hingga saat ini baru mencapai 75,44 persen dari kebutuhan fase sepanjang 10,70 kilometer.

    “Sisa lahan di tiga desa masih dalam proses apraisal, musyawarah dan pembayaran,” katanya.

    Di fase II pun masih ada pergantian lahan milik TNI berupa jalan yang masih berproses juga alih status lahan SPMA menunggu rekomendasi lahan pengganti dari Pemprov Jabar.

    “Kami sudah menugaskan BPKAD soal alih status agar dipercepat, pengadaan lahan fase ini selesai seluruhnya Desember 2018,” ungkapnya.

    Fase yang dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp3,48,trilyun ini dinilai Iwa sudah menunjukan kemajuan pesat. Terutama pengerjaan fisik terberat menembus bukit guna membangun tunnel.

    “Tunnel sebelah kiri arah Sumedang sudah masuk 213 meter. Sebelah kanan arah Cileunyi sudah masuk 155 meter targetnya Juni sudah selesai,” jelas dia.

    Terkait seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sepanjang 11,45 kilometer yang posisi lahannya sudah mencapai 37,43 persen, Satker menargetkan bisa dibebaskan seluruhnya sepanjang 2018.

    Pemerintah pun sudah menghitung biaya untuk pembebasan lahan mencapai Rp1,5 trilyun lebih dengan estimasi biaya konstruksi kurang lebih Rp2,270 trilyun kurang lebih.

    Saat ini ada dua lahan sepanjang 1,7 kilometer serta lahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kurang lebih 3 kilometer yang siap dilaksanakan konstruksi paralel seiring penuntasan sengketa dengan ahli waris.

    “Sisa lahan ada yang tengah dilakukan pengukuran. Targetnya tuntas fisik bersamaan dengan seksi 2 fase II 2019,” jelas dia.

    Menurut dia, Badan Usaha Jalan Tol Cisumdawu PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) memastikan target penuntasan fisik seksi 3-6 seluruhnya bisa selesai pada Desember 2019.

    Dia memaparkan progres paling signifikan dari sisi lahan ada di seksi 3 sepanjang 3,75 kilometer yang kini sudah mencapai 98,08 persen.

    “Sejak Oktober 2017, proses konstruksi sudah dimulai. Ada sisa lahan empat bidang dalam proses pembayaran, ada juga relokasi satu sekolah,” katanya.

    Sementara di seksi 6 Ujungjaya-Dawuan sepanjang 4,23  kilometer, PT CKJT menargetkan sudah mulai melanjutkan proses konstruksi terutama di lahan Perhutani kurang lebih 11 hektar.

    “Lahan Perhutani mencapai 121 hektar atau ultimate 8 kilometer,” tutur dia.

    PT CKJT menargetkan seluruh seksi bisa dilakukan pembebasan lahannya pada April 2018 terutama mengejar seksi 5 dan 6 yang saat ini masih 0 persen dari sisi ketersediaan lahan.

    “Kita juga tengah mempersiapkan dana talangan untuk pembebasan lahan, sudah kami siapkan Rp800 milyar,” pungkasnya.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img