spot_img
Rabu 30 November 2022
spot_img
More

    Musorprov PBSI Jabar 2018 Gagal Hasilkan Ketua Baru

    BANDUNG, Fokusjabar.id : Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat yang digelar di Kota Bekasi, 3-5 Januari 2018, gagal menghasilkan Ketua Umum PBSI Jabar yang baru. Anggota Musorprov PBSI Jabar 2017 yang terdiri dari 17 Pengurus Cabang (Pengcab) kota/kabupaten tidak berhasil mencapai kata sepakat dalam hal proses pemilihan Ketua Umum PBSI Jabar 2018-2022.

    Pada acara Musorprov PBSI Jabar tersebut, disepakati tiga calon ketua umum yang akan memimpin organisasi olahraga bulutangkis di Jabar. Mereka yakni Akhmad Wiyagus dan Taufik Hidayat yang merupakan calon hasil dari tim penjaringan yang dibentuk Pengprov PBSI Jabar sebelumnya yang dipimpin Lutfi Hamid. Dan satu calon lagi yakni Yudi Diharja yang diusulkan oleh peserta Musorprov PBSI Jabar 2018 saat sidang pleno.

    “Dari tiga nama calon tersebut, mengerucut ke dua calon yakni Taufik Hidayat dan Yudi Diharja dikarenakan satu calon yang lain tidak hadir pada musorprov. Dari dua calon ini dipersilakan melakukan negosiasi terkait proses pemilihan seperti apa sesuai dengan kesepakatan dari anggota musorprov,” ujar Pimpinan Sidang Musorprov PBSI Jabar 2017, Muhammad Syahroni saat ditemui di KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (5/1/2017).

    Namun dari dua kali pertemuan yang dilakukan oleh dua calon ketua umum, lanjut Syahroni, tidak ada titik temu yang dicapai. Hal tersebut membuat proses pemilihan yang diagendakan pada Musorprov PBSI Jabar tahun 2018 pun gagal untuk dilakukan.

    “Karena itu, kita skor pelaksanaan musorprov ini untuk agenda pemilihan ketua umum sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan dan kita semua akan memimta petunjuk dari pengurus pusat PBSI. Kita putuskan ini karena ingin mengedepankan musyawarah mufakat dalam musorprov ini serta menjaga keutuhan bulutangkis Jabar. Kita tidak memprioritaskan kemenangan bagi calon manapun dalam proses ini, dan kita berharap ada solusi ke depan sehingga bisa dilanjutkan secara elegan dan berakhir baik bagi semua pihak,” tegasnya.

    Semetara itu, Subid Organisasi dan Tata Laksana PP PBSI, Topan Indra Karsa berharap agar penundaan sidang pemilihan ketua PBSI Jabar ini tidak berlarut-larut. Pihaknya pun berharap, pelaksanaan agenda pemilihan Ketua Umum PBSI Jabar pada Musorprov pun bisa dilakukan dan diselesaikan secepat mungkin.

    “Ini hanya penundaan agenda pemilihan saja. Kalau soal tenggat waktu, tergantung dari kesepakatan peserta musorprov. Tapi kita berharap diusahakan bisa selesai dalam waktu dekat,” ujar Topan.

    Plt Ketua PBSI Kota Bandung, Gun Gun Germania justru sangat menyayangkan pelaksanaan musorprov PBSI Jabar 2018 ini mengalami skorsing hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Jika mekanisme voting dilakukan dalam proses pemilihan Ketua Umum PBSI Jabar 2018-2022, dirinya meyakini jika pelaksanaan musorprov pun akan tuntas sesuai jadwal.

    “Calon kan ada tiga, Taufik Hidayat, Akhmad Wiyagus, dan Yudi Diharja. Skorsing ini terjadi karena salah satunya pihak tidak mau dilakukan voting dalam pemilihan ketua. Kalau saja voting dilakukan, pasti tidak akan berkepanjangan seperti ini. Saya yakin, siapapun ketua baru yang terpilih dari hasil voting tersebut pasti diterima semua peserta,” tegas Gun Gun.

    (ageng/bam’s)

    Berita Terbaru

    spot_img