spot_img
Sabtu 10 Desember 2022
spot_img
More

    Usung Emil, PDIP Bakal Kerepotan Hadapi Rivalnya di Pilgub Jabar

    BANDUNG, Fokusjabar.id: PDIP berpeluang besar mengusung Ridwan Kamil (Emil) di Pilgub Jabar 2018. Ini terbukti dengan hadirnya Wali Kota Bandung itu di kantor DPP PDIP, di Jakarta, Rabu (3/1/2017) ini.

    Namun, di balik besarnya peluang tersebut, para pakar politik justri menilai PDIP bakal kerepotan menghadapi rival-rivalnya di Pilgub Jabar 2018.

    Pakar politik dan pemerintahan dari Unpad Firman Manan mengatakan, peluang PDIP mengusung Emil memang besar. Terlebih dari dulu PDIP sebenarnya ingin mengusung Emil meski dalam perjalannya terganjal komunikasi.

    Meski peluangnya besar, pengusungan Emil oleh PDIP bukan tanpa risiko. Bahkan dia menyebut bahwa risikonya cukup besar, baik bagi PDIP maupun Emil.

    Menurut dia, PDIP dan Emil akan sama-sama kerepotan melawa  rival-rivalnya yang berdampak pada tipisnya peluang meraih kemenangan.

    Rekam jejak PDIP, khususnya di Jabar selama ini kurang baik. Terbukti PDIP selalu kalah di Jabar. Selain kalah di Pilgub Jabar 2008 dan Pilgub 2013 lalu, PDIP pun harus kandas dan bertekuk lutut di Pilpres 2014 lalu.

    Hal itu membuktikan bahwa dukungan publik Jabar kepada PDIP bermasalah. Menurut dia, tipologi masyarakat Jabar memang benar-benar religius.

    Hal lain yang akan membuat repot PDIP dan Emil, kata Firman, yakni ketiadaa  sosok ideal yang dapat disodorkan PDIP sebagai calon pendamping Emil.

    Firman menilai, sejumlah figur yang telah dijaring PDIP sebagai kandidat cagub/cawagub Jabar belum memenuhi kriteria ideal untuk meng-counter citra negarif PDIP di Jabar tersebut.

    “Untuk menjaga marwah partai, PDIP tentu akan menyodorkan figur cawagub jika jadi mengusung Ridwan Kamil. Sayangnya, figur ideal itu tidak dimiliki PDIP. Tidak ada calon PDIP dengan backgroud religius,” tegasnya.

    PDIP, kata Firman, harus benar-benar mampu memilih figur calon pendamping Emil yang tepat, minimal tidak memicu sentimen negatif dan relatif tidak bermasalah.

    Dengan kriteria ituFirman menyebut, kader PDIP Puti Soekarnoputri paling layak disodorkan sebagai calon pendamping Emil.

    “Namun lagi-lagi, kemunculan Puti juga bisa bermasalah karena adanya diferiensi dalam menyikapi sosok pemimpin perempuan. Apalagi kalangan Islam konservatif menilai sensitif soal kepemimpinan perempuan,” katanya.

    Dengan kondisi itu, risiko yang harus ditanggung PDIP dan Emil jika PDIP benar-benar menjadi kendaraan politik Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 cukup besar.

    Kondisi ini pun akan membuat pertarungan di ajang Pilgub Jabar 2018 semakin menarik dan menguntungkan rival-rival PDIP-Emil.

    Pasalnya, posisi Emil yang masih leading bisa tersalip oleh rival-rivalnya.

    “Kalau kita coba mengkalkulasi, memang agak repot (PDIP-Ridwan Kamil menang), sisi lainnya pertarungan di Pilgub Jabar jadi makin menarik,” kata dia.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img