Selasa 22 September 2020

Waduh! 3 Ribu Orang di Garut Alami Gangguan Jiwa

GARUT, Fokusjabar.id : Berdasarkan data riset Kesehatan Dasar, jumlah penderita sakit jiwa berat di Kabupaten Garut mencapai 3 ribu orang.

Demikian diungkapkan Spesialis Jiwa di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut, dr. Willy. Menurutnya, berdasarkan data yang ada sedikitnya 3 ribu orang menderita gangguan jiwa berat dan 200 ribu gangguan jiwa mental emosional (ringan sedang).

Willy menegaskan, pengobatan pasien sakit jiwa akan cepat sembuh apabila terdeteksi dan langsung ditangani sejak awal.

Karenanya, dia mengapresiasi terobosan yang dilakukan UPT Puskesmas Cibatu melakukan sosialisasi Desa Siaga Sehat Jiwa. Dengan begitu, masyarakat atau kader akan aktif dan mengetahui gejala awal gangguan jiwa.

” Peran masyarakat akan aktif mendeteksi gejala awal penderita sakit jiwa,” kata Willy Kepada Fokusjabar.id, Jumat (5/5/2017).

Penderita sakit jiwa lanjut dia, biasanya dilatarbelakangi masalah sosial. Diantaranya, faktor ekonomi, keluarga juga garis keturunan.

Kini jelas Willy, pengobatan sudah bisa dilakukan di Puskesmas terdekat. Namun jika sudah tidak bisa ditangani akan dirujuk ke RSU dr Slamet Garut.

” Di Garut pengobatan pasien jiwa sudah bisa dilakukan. Yang belum ada hanyalah ruangan rawat inap,” pungkas Willy.

Sebelumnya Fokusjabar.id mengabarkan, guna mendeteksi sekaligus mengobati gejala penyakit sakit jiwa, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cibatu, Kabupaten Garut gelar acara sosialisasi Desa Siaga Sehat Jiwa, Jumat (5/5/2017).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kertajaya tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan (Forkopim) Kecamatan Cibatu, Kepala UPT Puskesmas dan 100 orang warga Desa setempat.

Kepala UPT Puskesmas Cibatu, Ny. Leli Yuliani menyebut, Desa Kertajaya merupakan pasien tertinggi yang ada di Kecamatan Cibatu.

” Sengaja digelar acara ini dalam rangka pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa. Desa Kertajaya merupakan desa percontohan,” katanya.

Dijelaskan Lely, di Kertajaya kasus gangguan jiwa berat tertinggi ketimbang desa lain. Tercatat tahun 2015 sekitar 48 orang, dan kini tinggal 21 orang setelah ditangani secara instensif.

(Andian/Bam’s)

Artikel Lainnya

Tips Sehat Turunkan Berat Badan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjaga berat badan tetap ideal adalah hal penting...

Kapolsek Padaherang Minta Masyarakat Waspada Kebakaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kapolsek Padaherang, Iptu Aan Supriatna mengimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran. Baik itu kebakaran rumah maupun lahan kosong. Pasalnya, pada saat musim kemarau...

Positif Covid-19, Riwayat Kontak Elvy Sukaesih Ditelusuri

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Dinyatakan positif Covid-19, Elvy Sukaesih menjalani isolasi mandiri di rumah setelah sebelumnya sempat dirawat selama 19 hari di rumah sakit. Pihak keluarga pun...

Ratusan ASN Jalani Pemeriksaan Swab Covid-19

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Meningkatnya kasus positif Covid-19 di sejumlah wilayah di Jawa Barat, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya, menjalani...

Selandia Baru Resmi Hadapi Resesi

SELANDIABARU,FOKUSJabar.id: Perekonomian di Selandia Baru memasuki resesi setelah nilai produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II turun 12,2 persen. Nilai tersebut tidak jauh dari...

Dekranasda-JNE Bersama Kembangkan UMKM Tangguh

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketangguhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sorotan karena mampu melewati masa pandemi Covid-19. Sektor usaha ini pun disebut turut membangkitkan perekonomian yang...

Pengamanan Pilkada Mengacu pada Protokol Kesehatan

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Jelang Pilkada serentak 9 Desember 2020, Polres Tasikmalaya menyiapkan skenario pengamanan dengan menempatkan aparat kepolisian, TNI, Satpol PP dan petugas Dishub Kabupaten...