spot_img
Sabtu 16 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Profesi Jurnalis Terancam

SEOUL, Fokusjabar.id: Kemudahan teknologi bisa memicu berbagai hal, termasuk insiden negatif. Seperti yang disampaikan Editor Harian Prothom Alo Bangladesh Mashiul Awal.

Dia mengatakan bahwa dalam banyak kasus profesi wartawan dibajak oleh pihak-pihak lain yang sebenarnya tidak memahami prinsip-prinsip dasar pers. Namun karena kemudahan teknologi, sejumlah pihak itu bertindak bagaikan wartawan.

“Wartawan warga (citizen journalist) adalah konsep yang sangat keliru. Wartawan adalah profesi yang terukur. Tidak mudah menjadi wartawan, ada banyak teknik yang harus dipelajari dan dipahami,” kata Mashiul dalam diskusi di arena Konferensi Wartawan Dunia 2017 yang diselenggarakan Asosiasi Wartawan Korea (JAK) di Busan, Korea Selatan, Kamis malam (6/4/2017). 

Menurut dia, pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar jurnalisme itulah yang membuat kabar bohong dan ujaran kebencian bisa dengan mudah disebarkan melalui jaringan siber.

“Padahal mereka tidak mengerti teknik verifikasi atau cover both side. Mereka memanfaatkan dunia siber yang terbuka luas. Akhirnya, bukan hanya mengabaikan fakta, mereka juga berpotensi memicu kebencian,” jelas dia.

Adapun hal lain yang mengancam profesi wartawan, kata Mashiul Awal, adalah perusahaan search engine dan news agregator seperti Google. 

“Merekalah yang mendapatkan keuntungan terbesar sejauh ini. Adapun wartawan, lama kelamaan terpinggirkan, karena karya jurnalistik hanya menjadi pelengkap saja,” pungkasnya

(LIN)

Artikel Lainnya

spot_img