spot_img
Minggu 18 April 2021
spot_img
spot_img

Lembah Pajamben Ikon Kota Banjar

BANJAR, Fokusjabar.id: Menghabiskan perjalanan selama 15 menit dari pusat Kota Banjar, dengan jaraknya hanya 7 km dari alun-alun Banjar akan terbayar dengan spot yang dimiliki Lembah Pajamben ini. Melalui hutan bambu, akan menambah penasaran anda sehingga akan merasa bagaimana sensasi berada diatas Lembah Pajamben.

Letak geografis yang strategis membuat lembah yang berada di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman tersebut, manambah kesan dan memiliki daya magnet kuat yang belum dijumpai ditampat mana pun di Jawa Barat. Banyak yang mengira, lembah ini hanya sebuah tempat dengan kondisi padang rumput tebal. Suasana ketika masuk pun, anda akan disambut dengan tulisan pepatah sunda yang membuat orang bernafsu untuk segera sampai ke Lembah Panjamben ini.

Lembah Pajamben, warga Banjar menyebutnya. Sebelum populis dengan nama itu, lembah ini memiliki nama asli yaitu Batu Gending dengan arti batu yang dipercayai sering mengeluarkan suara gamelan sunda yang sewaktu-waktu muncul dan tidak ada yang mengetahui kapan suara itu berbunyi.

Terkesan tak memiliki nilai jual tinggi, lembah ini pun disulap menjadi kawasan wisata menarik bagi para pengunjung, tua maupun remaja yang hobi berfoto selfie. Karena tempat yang sangat tinggi apabila berada di Lembah Pajamben ini, akan milihat indahnya panorama alam kota Banjar dari atas. Hamparan sawah, serta pegunungan sebagai batas pandang akan mebuat Anda tak bosa berada ditempat ini.

Usut punya usut, dibukanya Lembah Pajamben ini memiliki makna tersirat. Dijadikan tempat kajian sejarah budaya Banjar menjadi ruh lembah ini. Pengembangan perekonomian masyarakat serta pemberdayaan pemuda selalu didikaitkan dengan latar belakang dibukanya lembah itu.

“Ini berawal dari ide gagasan saya, yang saat itu, ingin memberdayakan masyarakat dan pemuda di kampung saya. Mendapat dukunngan dari pemuda dan pemerintah setempat, tepatnya satu bulan yang lalu kami membangun Batu Gending ini menjadi lembah Penjamben,” ungkap penggagas Lembah Pajamben, Hendi Hermadi, Minggu (12/03/2017).

Kata dia, pembangunan ranggon dan menara yang terbuat dari bambu, merupakan bagian kecil nyawa lembah ini. Sejatinya, ia menginginkan tempat ini dijadikan wisata edukasi, kuliner serta rekreasi bagi siapa saja yang ingin mengetahui sejarah, budaya Banjar.

Niat tulusnya itu, tak lekang oleh sebuah imbalan bahkan dirinya saat pertama kali membangun penjamben ini harus mengeluarkan kocekan isi dompetnya untuk menciptakan sebuah karya. Hendi bermimpi, pemberdayaan pemuda serta masyarakat di Kota Banjar, terwakili oleh semangat untuk menciptakan eko wisata di Lembah Penjamben.

“Ini belum tahap sempurna. Karena, niat saya ingin menjadikan Lembah Pajamben menjadi wisata edukasi, kuliner khas sunda, serta rekreasi bagi yang cinta akan keindahan alam. Kemudian, saya akanj membangun sembuah bale sawala (balai pertemuan) dimana tempat tersebut, merupakan tempat sebagai kajian budaya sejarah Banjar. Saya meyakini dengan kita mengenal sejarah serta budaya sunda khusunya, akan mengembalikan kembali rasa cinta terhadap daerahnya,” pungkasnya.

(BOIP/Bam’s)

Artikel Lainnya

spot_img