spot_img
Rabu 18 Mei 2022
spot_img
More

    Banten Direkomendasikan Tiru E-Samsat Jabar oleh KPK

    BANDUNG, Fokusjabar.id : Pronvisi Banten direkomendasikan mereplikasi e-samasat milik pemerintah provinsi Jawa Barat oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi Jawa Barat sebagai pengguna sistem E-samsat siap dampingi Banten.

    Kepala Bependa Jawa Barat Dadang Suharto mengatakan, bahwa pihaknya sudah siap mendampingi Banten  untuk merepilaksi program tersebut, karena memang sebelumnya pemerintah provinsi Jawa Barat sudah berkerja sama dengan KPK dalam hal repliasi tiga sistem di Jawa Barat untuk sejumlah provinsi di Indonesia.

    “Dari tiga sistem itu salah satunya adalah E-samsat yang direplikasi KPK untuk daerah lain, kami siap  untuk membantu Banten dalam membuat sistem E-samsat,” kata Dadang, Minggu (26/2).

    Dadang menuturkan, penerapan e-Samsat oleh provinsi lain sebetulnya sangat mudah. Bapenda Jabar sendiri sudah menyerahkan sistem dan aplikasi tersebut untuk direplikasi. Namun diakui dirinya penerapan secara riil membutuhkan dukungan perbankan.

    “Ilmunya sudah kami kasih, tinggal diterapkan paling tinggal butuh kerjasama dengan pihak banknya saja,” ucap Dadang.

    Dadang menjelaskan, Prinsip e-Samsat yang menggunakan perbankan sebagai media pengganti pembayaran langsung menurutnya membutuhkan sinergi antara Bapenda, Kepolisian, Jasa Raharja dan perbankan.

    “E-Samsat itu mengawinkan layanan yang sudah ada dengan perbankan, nanti provinsi Banten tinggal mensinergikan dengan perbankan di sana,” ujarnya.

    Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, sangat membuka diri pada provonsi Banten yang hendak mengimplementasikan e-Samsat. Walaupun aplikasi ini juga telah dimiliki oleh Provinsi lain namun KPK menilai aplikasi milik Jabar lebih baik dan layak diterapkan di daerah lain.

    “Kita bersyukur apa yang kita lakukan dipandang lebih baik oleh KPK sehingga bisa direplikasi oleh Provinsi lain,” ujar Aher panggilan Ahmad Heryawan.

    Aher mengatakan, e-Samsat Jabar yang telah diluncurkan sejak 2014 lalu dinilai bisa menghilangkan praktek percaloan dan pungutan liar. Masyarakat Jabar yang akan membayar pajak kendaraan bermotor tidak perlu datang ke kantor Samsat, mereka bisa membayarnya melalui seluruh ATM milik Bank BJB, BRI, BNI, BCA dan CIMB Niaga.
    Sebelumnya Jabar juga telah memiliki program Samsat Gendong, yaitu layanan jemput bola petugas pajak kepada wajib pajak yang berada di pelosok yang jauh dari pusat kota dan kemudian bisa dibayar ditempat tersebut secara online. Dengan adanya aplikasi samsat inipun Pendapatan Asli Daerah Jabar meningkat cukup drastis.

    ”Jadi kami siap mendampingi Banten menerapkan ini, jadi kami akan bertahu ilmu serta penerapan sistemnya nanti” ujarnya.

    Beberapa waktu lalu dikabarkan, Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK mengevaluasi rencana pencegahan korupsi di Banten pada tahun 2016. Dari hasil pembahasan, KPK dan pihak Pemerintah Provinsi menyepakati enam rekomendasi rencana pencegahan korupsi yang menjadi fokus tahun 2017 dimana sala satunya Pemprov Banten didorong mengadopsi e-Samsat dari Jawa Barat agar segera diselesaikan.

    (AS/dar)

    Berita Terbaru

    spot_img