Minggu 20 September 2020

Musisi Berisiko Menderita Depresi dan Gangguan Kecemasan

INGGRIS, Fokusjabar.id : Sebuah badan Amal musisi Inggris Help Musician UK, dalam peneletian terbarunya menyatakan bahwa seorang musisi tiga kali lebih berisiko menderita depresi dan gangguan kecemasan dibanding masyarakat pada umumnya.

Hasil penelitian tersebut dikeluarkan setelah University of Westminster Inggris melakukan survei kepada 2.211 orang termasuk penyanyi dan penulis lagu seperti dilansirĀ Concequence Of Sound, Kamis (03/11/2016).

Para ilmuan University of Westminster menyatakan, penyakit gangguan jiwa seperti depresi dan Axiety yang diderita para musisi merupakan masalah serius karena kurangnya dukungan mental di komunitas musik.

Dalam penelitian tersebut diungakapkan, bukan hanya para musisi yang terjangkit penyakit gangguan mental. Peneletitian tersebut menyatakan 2.221 dari para penderita gangguan mental adalah 39 persen musisi, 9persen pekerja manejemen musik, 7 persen label atau penerbit musik, 4 persen pekerja Audio dan 2 persen kru konser.

Penelitian tersebut menggambarkan kehidupan suram di industri musik, dengan 71 persen dari responden melaporkan bahwa mereka telah mengalami serangan panik atau tingkat kecemasan tinggi dan 65 persen mengaku menderita depresi. Hal itu kontras dengan populasi umum di Inggris, di mana 1 dari 5 orang dewasa (19 persen) telah mengalami kecemasan atau depresi.

“Depresi saya diperburuk dengan mencoba untuk eksis sebagai musisi. Justru sebaliknya, jarang bermain musik membuat kesehatan saya terganggu, tapi tekanan dari industri, kehidupan sosial dan ekonomi membuat saya gila, karena saya mencari nafkah di dunia musik,” kata seorang responden yang tidak disebutkan namanya pada Pitchfork.

Para ilmuan dalam penelitian tersebut mengatakan penyebab dari gagngguan jiwa tersebut antara lain adalah karena faktor kompetitif, tekanan dari industri musik, kelelahan karena bekerja secara terus menerus, kehidupan hedonis termasuk sifat eksis dan pelecehan seksual.

(Agung/LIN)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Geliat Pipiti Ditengah Pandemi

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tak banyak orang mengira jika pipiti, nama lain...

Dirut Bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan IMF

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi meraih penghargaan bergengsi dalam acara The 8th Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2020, Sabtu (19/9/2020). Yuddy Renaldi dinobatkan sebagai...

Penutupan Jalan Picu Gejolak Pedagang Pasar Baru

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penutupan lima ruas jalan protokol di Kota Bandung berdampak kepada sektor ekonomi. Kegiatan buka tutup jalan di tiga waktu resmi diterapkan pada Jumat...

Pencegahan Penyebaran Covid-19 Harus Dilakukan Bersama-sama

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menilai penanganan pandemi Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Keterlibatan komunitas dari level terkecil untuk melakukan pengawasan...

13 Manfaat Garam Dapur untuk Ibu Rumah Tangga

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Garam dapurĀ adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya yang tersedia secara umum adalah Natrium Klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Garam...

Di Kotawaringin Timur Banjir Rendam Tiga Kecamatan

KALIMANTAN,FOKUSJabar.id: Banjir merendam 13 desa yang tersebar pada tiga kecamatan di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (14/9/2020). "Perkembangan hari ini, ada 13 desa yang sebagian...

Penusukan Ulama, Seorang Syekh Harus Dimuliakan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Oded M Danial turut prihatin dengan penusukan ulama Syekh Ali Jaber pada Minggu (13/9/2020) kemarin. Sosok syekh, seharusnya dimuliakan para jemaahnya. "Kita...