spot_img
Rabu 1 Desember 2021
spot_img
spot_img

Pangalengan, Destinasi yang Wajib Dikunjungi Para Backpacker

BANDUNG, Fokusjabar.id: Pangalengan merupakan kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1600 meter di atas permukaan laut. Sudah pasti dong cuacanya dingin. Apalagi jika musim hujan, jangan pernah deh, datang gak bawa jaket.

Daerah yang terkenal dengan perkebunan teh, penghasil susu sapi, tempat wisata alam, dan produk kuliner tradisional ini memang sangat wajib untuk dikunjungi. Bukan hanya indah, tepat wisata pangalengan Bandung ini juga memiliki udara yang sejuk.

Apa saja sih destinasi yang bisa dinikmati backpacker di Pangalengan tersbeut. Ini dia kelima tempat yang bisa didatangi saat mengisi liburan di Pangalengan oleh para backpacker.

1. Situ Cileunca

Tempat pertama adalah Situ Cileunca. Sebelum dikelola secara profesional, Situ Cileunca memang tempat wisata pertama yang paling terkenal di Pangalengan. Kalau para backpacker tiba pagi atau siang hari di terminal Pangalengan, asiknya sih jalan kaki aja ke Situ Cileunca. Jaraknya lumayan jauh, kurang lebih 5 kilometer. Tapi kalo pengen cepet, naik angkot juga bisa, ongkosnya Rp 3000.

Situ Cileunca sangat menarik sejak zaman dulu. Bahkan Situ Cileunca pernah dijuluki Swiss-nya Indonesia. Danau ini terlihat sangat indah layaknya pemandangan danau-danau yang ada di Swiss. Situ Cileunca berada diantara dua desa, yaitu Desa Pulosari dan Desa Wanasari.

Keindahan danau buatan ini bisa dinikmati dengan banyak cara. Berkeliling dengan perahu, bermain outbound, atau bermain arung jeram di Sungai Palayangan. Arus sungai ini berasal dari Situ Cileunca.

Kalau ingin bermalam di Situ Cileunca juga bisa dengan menyewa penginapan di sekitarnya. Atau jika bukan musim liburan, biasanya pihak pengelola membolehkan wisatawan camping di kawasan sekitar Situ Cileunca.

Situ Cileunca (web)
Situ Cileunca (web)

2. Wisata ke Kebun Teh Malabar

Tempat selanjutnya yang tak boleh dilewatkan saat berwisata di kawasan Pangalengan yaitu mendatangai kebun teh Malabar. Di tempat ini paling enak tentunya jalan-jalan. Berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Terminal Pangalengan, untuk menuju pintu gerbang perkebunan teh Malabar bisa menggunakan angkutan kota. Agar bisa menikmati kesejukkan perkebunan ini, setiap pengunjung harus membeli tiket masuk tidak lebih dari Rp 5000, disesuaikan dengan waktu kunjungan. Biasanya akhir pekan dan musim liburan, harga tiket masuk lebih mahal. Tapi tidak lebih dari Rp 5000 per orang.

Selain jalan-jalan menikmati kesejukkan alam di perkebunan teh Malabar, para backpacker juga bisa mengunjungi pabrik teh yang berdiri sejak zaman Belanda. Dari pabrik tua ini, tentunya kita bukan hanya tau sejarah, perkebunan teh Malabar, tapi juga cara pengolahan teh. Kualitas teh dari perkebunan Malabar merupakan salah satu yang terbaik di Dunia. Dan beberapa negara Eropa mengimpor teh Indonesia yang berasal dari perkebunan teh Malabar.

Kebun Teh Malabar (web)
Kebun Teh Malabar (web)

3. Mengunjungi  Makam Bosscha

Masih bertempat di Perkebunan teh Malabar, kita juga bisa belajar sejarah lainnya, yaitu dengan mengunjungi makam Bosscha, sang pendiri perkebunan teh Malabar. Makam Bosscha yang dilahirkan dengan nama Karel Albert Rudolf Bosscha di Den Haag, Belanda pada 15 Mei 1865 ini berada di perkebunan Malabar atas permintaan dirinya sebelum meninggal. Konon Bosscha meninggal akibat penyakit tetanus yang dideritanya.

Para backpacker bisa mendapat cerita lebih lengkap mengenai pendiri perkebunan teh  pada Agustus 1896 dari penjaga makam yang akan dengan setia menceritakannya.  Bahkan konon, sering kali beberapa pengunjung mengalami kejadian mistis di makam tersebut.  Bahkan beberapa warga sekitar dan pekerja teh di perkebunan tersebut ada yang mempercayai kalau Bosscha yang terkenal baik hati itu masih mengawasi mereka.

Cerita mistis atau kisah-kisah menarik tentang Bosscha, baik yang berbau mistis atau cerita sejarahnya akan  menjadi  warna lain bagi para backpacker saat mengisi liburan di Pangalengan.

Makam Bosscha (web_)
Makam Bosscha (web_)

4. Rumah Adat Cikondang

Tempat yang tak boleh dilewatkan saat berwisata di Pangalengan adalah mendatangi rumah adat Cikondang. Ya, dengan mengunjungi tempat ini, kita akan mengenal keindahan alam dengan sejarah dan budaya asli yang tersisa di Pangalengan.  Rumah adat Cikondang sudah ada sejak lebih dari 200 tahun lalu. Atau sekitar tahun 1800-an.

Tidak ada yang tahu persis memang bagaimana rumah adat dan perkampungan Cikondang berdiri. Hanya saja para sesepuh, atau kuncen dari tersebut bisa menjadi sumber referensi berdasarkan cerita turun-temurun.  Salah satunya, konon kampung ini merupakan tempat persembuyian para pejuang pribumi dari penjajahan Belanda. Namun tempat persembunyian tersebut diketahui, dan perkampungan yang konon sebelumnya terdapat 60 bangunan rumah tersebut di bumi hanguskan. Dan hanya satu bangunan yang disebut bumi adat lah yang masih tetap kokoh berdiri hingga kini.

Namun yang pasti dengan mengunjungi rumah adat Cikondang, kita bisa mendapat banyak manfaat. Backpacker menikmati keindahan alam, belajar sejarah dan mengetahui budaya masyarakat asli sekitar yang masih  bertahan hingga kini.

Rumah Adat Cikondang (web)
Rumah Adat Cikondang (web)

5. Air Panas Cibolang

Nah, seperti biasa para backpacker, kalau sudah berkeliling menikmati keindahan Pangalengan, tidak ada salahnya berelaksasi. Ada salah satu tempat yang paling pas untuk bersantai di Pangalengan, yaitu kolam air panas Cibolang.  Tempat ini tidak jauh dari perkebunan teh Malabar.

Sumber air Cibolang berasal dari Gunuh Windu yang berada di daerah tersebut. Kandungan belerang dari kolam air panas ini juga sering dijadikan tempat terapi untuk beberapa penyakit oleh penduduk sekitar atau para wisatawan. Terutama yang terserang penyakit rematik. Namun tidak jarang, mereka yang datang ke tempat ini hanya untuk relaksasi dengan berendam di kolam air panas ini.

Areal kawasan air panas Cibolang juga cukup nyaman, karena cukup luas mencapai 2 hektar. Pemandian air panas Cibolang ini memiliki beberapa jenis kolam yang bisa dinikmati para backpacker yang akan berelaksasi. Dari mulai kolam dengan kedalaman tertentu hingga kolam khusus anak-anak. Pokoknya, rasa lelah, dan penat setelah berkeliling Pangalengan bisa hilang dengan berelaksasi di kolam air panas Cibolang.

Air Panas Cibolang (web)
Air Panas Cibolang (web)

(Vetra)

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img