Selasa 22 September 2020

Ini Kata Warga, Tower XL Axiata di Pangandaran Merusak Barang Elektronik

PANGANDARAN.Fokusjabar.id : Warga di Dusun Ciheras Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran Jawa Barat mulai dipusingkan dengan kebaradaan tower XL Axiata yang kerap merusak barang-barang elektronik mereka.

Menurut warga di sekitaran tower, sudah banyak barang elektronik milik warga yang rusak, baik akibat radiasi gelombang, maupun akibat pantulan petir pada saat hujan lebat disertai petir.

Salah seorang warga Abdul Wahid, 26 tahun, mengatakan,warga sudah mulai kesal, tetapi saat menghubungi pihak perusahaan dari XL Axiata guna memberikan kejelasan kerugian buntu.

“Kami sulit  menghubungi pihak perusahaan terkait masalah kerugian warga, ini terjadi pada satu Minggu yang lalu dari Tower XL yang menimbulkan percikan api hingga mengakibatkan kerusakan terutama barang-barang elektronik seperti TV, lemari es dan lampu listrik,” ujar Abdul, Selasa (16/08/2016).

Dikatakan Abdul selama lama ini sudah ada 42 rumah yang terkena loncatan petir yang memercik dari tower  XL.

Kepala Desa Sukaresik Ikin Asikin membenarkan kejadian tersebut.Menurutnya sudah banyak warga yang melapor atas kerugian yang mereka tanggung.

“Tapi sampai sekarang pihak perusahaan XL axiata tidak pernah melakukan peninjauan ke lokasi. Walaupun kami sudah memberi tahu kepada penunggu atau penjaga kantor tower tersebut, bahkan saking banyaknya masyarakat kami yang komplain kami sudah melaporkan masalah ini ke SATPOL PP juga ke Polsek Sidamulih, tapi sampai kini belum ada tindakan apa apa, ” kata Ikin.

Ikin menambahkan selain merugikan warga, pemilik atau dari pengelola tower tidak pernah membayar pajak ke Pemerintah Desa seperti yang tertera dalam SPPT dari perusahaan XL axiata sejak tahun 2013.

“Padahal dalam SPPT tertera pajak tanah dan bangunan berupa tower di sana tertera sebesar Rp650 ribu per tahunnya,” ujarnya.

Harapan kami perusahaan XL Axiata agar bisa secepatnya memberikan ganti rugi terhadap warga dan segera menyelesaikan kewajiban pembayaran pajaknya.

(Agus Kucir/DEN )

Artikel Lainnya

Yayasan Muslim Sinar Mas-JNE Ajak Masyarakat Wakaf Al Quran

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Yayasan Muslim Sinar Mas melalui Asia Pulp &...

Positif Covid-19, Ketua KPU RI Jalani Isolasi Mandiri

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Pejabat negara kembali terkonfirmasi positif Covid-19. Kali ini, virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan, pneumonia berat, hingga kematian ini menimpa Ketua Komisi Pemilihan...

Bupati Ciamis Tekankan Hidup Bersih Cegah Covid-19

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan bahwa kebersihan baik pribadi maupun lingkungan sangat penting guna mencegah penyebaran Covid-19. Demikian disampaikan Herdiat saat memeringati World Cleaneup...

Oded: Kota Bandung Masih Zona Orange

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Oded M Danial memastikan Kota Bandung masih berstatus zona orange. Hal itu menyusul kondisi di 30 kecamatan terdapat kasus positif...

KPK Kembali Panggil Saksi, Kasus Kota Banjar

BANJAR,FOKUSJabar.id: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar...

Puskesmas Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya Ditutup

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, terpaksa menutup sementara Unit Pelaksana Tugas (UPT) Puskesmas Singaparna dan Sukahening, menyusul hasil swab...

Ada-ada Saja, Pejabat India Sebut Mandi Lumpur Bisa Obati Covid-19

INDIA,FOKUSJabar.id: Seorang pejabat India mengusulkan obat aneh untuk virus corona (Covid-19). Dia adalah Sukhbir Singh Jaunapuria. Dilasir dari suara.com, Jaunapuria merekam dirinya duduk di genangan...