Kamis 21 Januari 2021

Manfaatkan Lahan Sempit Bisa Jadi Pengusaha Sukses

BANDUNG, Fokusjabar.id : Sempitnya lahan pertanian di perkotaan membuat Roni Hartanto Gunawan, lulusan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) menuangkan ide pemikirannya dalam memanfaatkan lahan sempit yang ada untuk menanam sayuran dengan teknologi Hidroponik.

Di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, saat ini tingkat pertambahan penduduk setiap tahunnya semakin bertambah, lahan-lahan pertanian dalam kurun waktu belakangan ini telah disulap menjadi pabrik dan areal perumahan disamping itu perkembangan lahan Lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar hal inilah yang menyebabkan salahsatu semakin padatnya pemukiman di wilayah ini.

Hal itulah yang mendasari Roni Hartanto Gunawan (29), saat dijumpai FOKUSJabar, Senin (20/6/2016), untuk kemudian berinovasi mengembangkan pola tanam yang memanfaatkan lahan yang sempit dan tidak terlalu ribet serta tidak harus berkutat dengan tanah juga lumpur, sampai akhirnya menjadi pengusaha tanaman Hidroponik yang cukup sukses.

Ada beberapa jenis tanaman yang coba roni terapkan menggunakan teknologi hidroponik ini yaitu selada keriting, pakcoy, caisim, bayam hijau, bayam merah, kangkung, petsai dan seledri.

Menggunakan teknologi hidroponik menurut roni lebih menguntungkan karena lebih cepat pertumbuhannya daripada bercocok tanam dengan media tanah karena tidak bergantung pada alam. Selain itu, teknologi hidroponik tidak memerlukan tanah, dan tidak memerlukan pasokan air yang banyak.

“Proses pertumbuhannya dapat diatur dan lingkungannya juga terjaga, berbeda dengan di tanah. Sekarang kan sedang musim hujan, tanaman hidroponik tidak akan terkena hujan,” Ujarnya.

IMG-20160620-WA0005

Media yang digunakan untuk teknologi hidroponik ini dengan menggunakan serat dari bahan mineral atau lebih dikenal dengan sebutan rockwool.

“Sebenarnya rockwool itu fungsinya untuk peredam suara, cuma ini ada yang untuk menyerap air jadi kita pake untuk media tanam untuk benihnya aja,” tuturnya.

Dalam media tersebut dilarutkan nutrisi tanaman dalam bentuk cair yang dibutuhkan oleh tanaman.

“Jadi di dalam pipanya ada air nutrisi gitu kayak pupuk,” Ujar salah seorang pegawai, Ardi (24), Senin (20/6/2016).

Hasil tanaman ini sudah distribusikan ke supplier untuk kemudian dikirim ke swalayan-swalayan.

(AM4/HW)

Artikel Lainnya

Manfaatkan Lahan Sempit Bisa Jadi Pengusaha Sukses 2
Manfaatkan Lahan Sempit Bisa Jadi Pengusaha Sukses 3