spot_img
Sabtu 16 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Kacamata Gerhana Palsu Bahayakan Mata

BANDUNG, Fokusjabar.id: Gerhana matahari total yang akan terjadi di Indonesia pada Rabu 9 Maret 2016, sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Bagi yang ingin melihatnya secara langsung, disarankan menggunakan kacamata yang bisa melindungi mata dari sinar matahari yang dapat membakar titik pusat di bagian retina dan memberikan efek after image.

Dilansir dari News24, menggunakan kacamata yang tidak sesuai, atau kacamata abal-abal untuk melihat gerhana matahari total bisa membahayakan mata. NASA mengungkapkan bahwa tidak semua kacamata gerhana matahari total terdapat filter Ultraviolet (UV) yang bisa memblokir inframerah.

NASA menyarankan agar menggunakan kacamata No. 14 Wiedler’s Glass, yakni kacamata yang digunakan para pekerja las konstruksi bangunan.

Selain itu, kacamata dengan lapisan pelindung metalicsilver atau kacamata dengan material aluminizedmylar yang dapat merendam sinar infra merah, dapat digunakan dengan aman untuk melihat gerhana matahari total.

BACA JUGA: Seluruh Masjid di Kota Bandung Serentak Gelar Salat Gerhana Matahari

Menurut NASA, ada beberapa filter yang tidak disarankan untuk melihat gerhana matahari total. Filter tersebut antara lain film foto berwarna hitam dan putih, film foto yang telah memiliki gambar, potongan hasil x-ray, kacamata hitam biasa, serta filter kamera. Filter-filter tersebut masih dapat memancarkan sinar inframerah yang meruak mata.

Untuk mendapatkan kacamata yang direkomendasikan tersebut tentu tidak mudah. Kacamata tersebut harus dibeli di distributor peralatan teleskop yang telah tersertifikasi dan tentunya legal.

(Vetra)

Artikel Lainnya

spot_img