spot_img
Minggu 2 Oktober 2022
spot_img
More

    Tidur Lebih dari 8 Jam Meningkatkan Serangan Stroke

    NEWYORK, Fokusjabar.id: Tim peneliti Langone Medical Center dari Universitas New York (NYU), Amerika Serikat (AS), mengatakan tidur lebih dari delapan jam dapat meningkatkan resiko terkena serangan stroke.

    Dilansir Techtimes, Senin (22/2/2016), hasil penelitian tim yang dipimpin oleh Azizi Seixas, diungkapkan dalam Konferensi Stroke yang diselenggarakan oleh Asosiasi Stroke Amerika Serikat.

    Para peneliti menemukan, mereka yang tidur lebih dari delapan jam setiap malam memiliki peluang sebesar 146 persen untuk mengalami serangan stroke. Namun secara kontras para peneliti menyebutkan mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam memiliki peluang sebesar 25 persen untuk terkena serangan stroke. Sehingga semakin sebentar tidur, para peneliti asal NYU mengatakan akan semakin kecil terkena serangan stroke.

    Hipotesa di atas didapatkan oleh para peneliti NYU berdasarkan penelitian analisis komputer terhadap dari lebih 28 ribu orang dewasa, yang hampir setengahnya berusia 45 tahun ke atas, dan berasal dari ras kulit putih.

    “Beberapa dari kita menganggap tidur adalah musuh. Inilah menginspirasi penelitian kami,” ucap Azizi.

    Azizi menambahkan, meskipun dapat memicu terjadinya serangan stroke, namun tidur sangat dibutuhkan manusia. Tidur merupakan salah satu dari tiga pilar kesehatan, setelah makanan dan olahraga.

    (Galih)

    Berita Terbaru

    spot_img